Oleh: drh. Hayatul Fitro (Kepala Puskeswan Terpadu Painan)
Senin, 1 Juli 2024 di dapat laporan dari masyarakat (peternak) melalui Kabid Peternakan Dinas Pertanian untuk mendapatkan pelayanan kesehatan hewan. Laporan peternak tersebut di teruskan kepada kami Puskeswan Terpadu Painan di karenakan lokasi peternakannya berada di wilayah kerja Puskeswan Painan. Dikarenakan kesibukan pada hari itu laporan peternak tersebut baru bisa kami tindaklanjuti pada selasa, 2 Juli 2024.
Informasi awal dari peternak yang di dapat saat melapor melalui kabid adalah meminta pemeriksaan terhadap 12 ekor sapinya yang baru di beli beberapa waktu ini. Dengan keterangan permintaan pemberian vitamin dan ada satu ekor sapi yang tidak bisa berdiri karena kelelahan di jalan dan terdapat luka lecet di badan sapi. Saat tim pukeswan terpadu painan yang terdiri dari drh. Hayatul Fitro (Medik), Syaf Jonedi, S.Pt (Paramedik) dan Mardoni (Paramedik) datang ke lokasi kandang di dapati 12 ekor sapi yang dalam kondisi sehat dan 1 ekor sapi dalam kondisi ambruk tidak bisa berdiri selam 24 jam terakhir. Berdasarkan keterangan pemilik dan pemeriksaan fisik kami simpulkan sapi tersebut suspek hipokalsemia. Selain memberikan vitamin ke sapi sehat kami juga memberikan pemberian multivitamin ke sapi yang di duga hipokalsemia tersebut serta pemberian gusanex spray untuk pengobatan luka. Konsultasi antara peternak dan saya selaku medik (dokter hewan) masih berlanjut sampai besok harinya melalui handphone.
Hipokalsemia pada sapi adalah kondisi di mana kadar kalsium dalam darah sapi turun di bawah normal. Kalsium adalah mineral penting yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh sapi, termasuk:
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan hipokalsemia pada sapi, antara lain:
Gejala hipokalsemia pada sapi dapat bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya. Gejala umum termasuk:
Hipokalsemia dapat didiagnosis dengan tes darah untuk mengukur kadar kalsium.
Pengobatan hipokalsemia tergantung pada tingkat keparahannya. Pada kasus yang ringan, sapi mungkin hanya perlu diberi suplemen kalsium oral. Pada kasus yang lebih parah, sapi mungkin perlu diberi suntikan kalsium intravena.
Hipokalsemia dapat dicegah dengan:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!