Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

PENGOBATAN KASUS SUSPEK HIPOKALSEMIA PADA SAPI DI PUSKESWAN TERPADU PAINAN

04 Jul 2024 21:16:22 WIB 10x dibaca
PUSKESWAN PAINAN
PENGOBATAN KASUS SUSPEK HIPOKALSEMIA PADA SAPI DI PUSKESWAN TERPADU PAINAN

Oleh: drh. Hayatul Fitro (Kepala Puskeswan Terpadu Painan)

 Senin, 1 Juli 2024 di dapat laporan dari masyarakat (peternak) melalui Kabid Peternakan Dinas Pertanian untuk mendapatkan pelayanan kesehatan hewan. Laporan peternak tersebut di teruskan kepada kami Puskeswan Terpadu Painan di karenakan lokasi peternakannya berada di wilayah kerja Puskeswan Painan. Dikarenakan kesibukan pada hari itu laporan peternak tersebut baru bisa kami tindaklanjuti pada selasa, 2 Juli 2024.

Informasi awal dari peternak yang di dapat saat melapor melalui kabid adalah meminta pemeriksaan terhadap 12 ekor sapinya yang baru di beli beberapa waktu ini. Dengan keterangan permintaan pemberian vitamin dan ada satu ekor sapi yang tidak bisa berdiri karena kelelahan di jalan dan terdapat luka lecet di badan sapi. Saat tim pukeswan terpadu painan yang terdiri dari drh. Hayatul Fitro (Medik), Syaf Jonedi, S.Pt (Paramedik) dan Mardoni (Paramedik) datang ke lokasi kandang di dapati 12 ekor sapi yang dalam kondisi sehat dan 1 ekor sapi dalam kondisi ambruk tidak bisa berdiri selam 24 jam terakhir. Berdasarkan keterangan pemilik dan pemeriksaan fisik kami simpulkan sapi tersebut suspek hipokalsemia. Selain memberikan vitamin ke sapi sehat kami juga memberikan pemberian multivitamin ke sapi yang di duga hipokalsemia tersebut serta pemberian gusanex spray untuk pengobatan luka. Konsultasi antara peternak dan saya selaku medik (dokter hewan) masih berlanjut sampai besok harinya melalui handphone.

Hipokalsemia pada sapi adalah kondisi di mana kadar kalsium dalam darah sapi turun di bawah normal. Kalsium adalah mineral penting yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh sapi, termasuk:

  • Kontraksi otot
  • Fungsi saraf
  • Kepadatan tulang
  • Produksi susu

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan hipokalsemia pada sapi, antara lain:

  • Partus (melahirkan): Sapi perah paling rentan mengalami hipokalsemia dalam 24-48 jam setelah melahirkan. Hal ini disebabkan oleh:
    • Peningkatan permintaan kalsium untuk produksi susu
    • Pergeseran kalsium dari darah ke ambing susu
    • Penurunan nafsu makan
  • Kekurangan kalsium dalam ransum: Sapi yang tidak mendapatkan cukup kalsium dalam makanannya berisiko terkena hipokalsemia.
  • Penyerapan kalsium yang buruk: Beberapa faktor dapat mengganggu penyerapan kalsium, seperti:
    • Asam lambung yang tinggi
    • Kekurangan vitamin D
    • Kelebihan fosfor
  • Penyakit: Beberapa penyakit, seperti mastitis dan metritis, dapat meningkatkan risiko hipokalsemia.
  • Stres: Stres dapat menyebabkan pelepasan hormon yang menurunkan kadar kalsium dalam darah.

Gejala hipokalsemia pada sapi dapat bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya. Gejala umum termasuk:

  • Kelemahan otot: Sapi mungkin terlihat lemah, gemetar, atau kesulitan berdiri.
  • Kejang: Sapi mungkin mengalami kejang atau tremor.
  • Kelumpuhan: Pada kasus yang parah, sapi mungkin mengalami kelumpuhan.
  • Penurunan nafsu makan: Sapi mungkin kehilangan nafsu makan dan berhenti memproduksi susu.
  • Demam: Sapi mungkin mengalami demam.
  • Kematian: Hipokalsemia yang tidak diobati dapat menyebabkan kematian.

 

Hipokalsemia dapat didiagnosis dengan tes darah untuk mengukur kadar kalsium.

Pengobatan hipokalsemia tergantung pada tingkat keparahannya. Pada kasus yang ringan, sapi mungkin hanya perlu diberi suplemen kalsium oral. Pada kasus yang lebih parah, sapi mungkin perlu diberi suntikan kalsium intravena.

Hipokalsemia dapat dicegah dengan:

  • Memberikan ransum yang seimbang yang mengandung cukup kalsium dan fosfor.
  • Memberikan suplemen kalsium oral kepada sapi perah pada saat-saat berisiko tinggi, seperti di sekitar waktu melahirkan.
  • Menjaga kesehatan sapi dan mengobati penyakit yang dapat meningkatkan risiko hipokalsemia.
  • Mengurangi stres pada sapi.

 

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.