Jl. DR. Moh. Hatta Painan,
Kabupaten Pesisir Selatan.
Umum
Pengobatan scabies pada anjing
22 Jun 2024 11:11:04 WIB 9x dibaca
PUSKESWAN SUTERA
Skabiosis adalah penyakit kulit, dijumpai pada ternak dan hewan kesayangan yang sulit untul disembuhkan. Menyerangkulitdandisebabkanolehtungau Sarcoptes scabiei . Tungau S. scabiei merupakan salah satu ektoparasit yang dapat menyerang anjing dan bersifat zoonosis. Penyakit skabiosis dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan hewan lain yang terkena skabiosis. Lebihdari50%anjingdan hingga 50% manusia yang memelihara anjing dapat terkena kudis setelah melakukan kontak dengan anjing yang terserang.
Siklus hidup S. scabiei dari telur hingga menjadi tungau dewasa memerlukan waktu 10- 14 hari sedangkan tungau betina mampu bertahan hidup pada inangnya hingga 30 hari. Tungau S. scabiei ini hidup pada kulit dengan membuat terowongan pada stratum corneum epidermis kulitdanmelangsungkanhidupnyapadatempattersebut. TungauS.scabieitidakmengisap darah, tetapi mengisap cairan di antara sel kulit. Selama beraktivitas pada epidermis kulit, tungau menimbulkan iritasi dan peradangan pada kulit (Wardhanan et al., 2006).
Manifestasi tungau S. scabiei pada kulit dapat menyebabkan terjadinya lesi kulit berupa eritema, makula, dan papula. Keadaan lesi yang parah akan membentuk keropeng pada beberapa bagian di tubuh seperti pada daerah telinga, wajah, siku, jari, dan sekitar alat kelamin. Rasa gatal yang ditimbulkan oleh aktivitas tungau, membuat anjing menggaruk dan menyebabkan iritasi yang lebih hebat. Kulit mengeluarkan cairan eksudat bening yang bilamana kering membuat kulit menebal dan menjadi keropeng atau pecah –pecah, selain itu, terlihat kerontokan rambut.
Cara diagnosis skabiosis didasarkan pada gambaran gejala klinis, sulit ditetapkan karena berbagai penyakit kulit lainnya memberikan gambaran klinis yang mirip dengan skabies. Oleh karena itu diagnosis harus dipadukan dengan pemeriksaan laboratorik, pemeriksaan kerokan kulit, dan biopsi kulit agar mendapatkan pengobatan yang tepat.