Oleh: Hayatul Fitro (Kepala Puskeswan Painan)
Brucellosis, sering disebut sebagai penyakit keluron menular atau penyakit Bang, adalah penyakit menular yang sangat merugikan pada sapi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dari genus Brucella.
Penyebab dan Penularan
- Bakteri Brucella: Bakteri ini menyerang sistem reproduksi sapi dan dapat menyebabkan keguguran, kelahiran anak sapi lemah, serta infertilitas.
- Penularan: Brucellosis menyebar melalui berbagai cara, antara lain:
- Kontak langsung: Sapi yang sakit dapat menularkan bakteri ke sapi sehat melalui kontak langsung, misalnya saat berkumpul atau kawin.
- Produk hewan yang terkontaminasi: Bakteri dapat ditemukan pada susu, plasenta, dan cairan ketuban dari hewan yang terinfeksi. Konsumsi produk-produk ini oleh hewan sehat dapat menyebabkan penularan.
- Alat dan lingkungan yang terkontaminasi: Bakteri dapat bertahan hidup di lingkungan selama beberapa waktu, sehingga alat-alat peternakan dan lingkungan yang terkontaminasi juga dapat menjadi sumber penularan.
Gejala Klinis
Gejala klinis Brucellosis pada sapi sangat bervariasi dan seringkali tidak spesifik. Beberapa gejala yang umum dijumpai antara lain:
- Keguguran: Sapi betina yang hamil sering mengalami keguguran pada trimester akhir.
- Kelahiran anak sapi lemah: Anak sapi yang lahir seringkali lemah, kecil, dan mudah mati.
- Infertilitas: Baik sapi jantan maupun betina dapat mengalami gangguan reproduksi yang menyebabkan sulit bunting atau mandul.
- Demam: Demam yang tidak terlalu tinggi dan berlangsung lama.
- Pembesaran kelenjar getah bening: Kelenjar getah bening di daerah leher, pangkal kaki, dan perut dapat membesar.
- Perubahan pada susu: Susu sapi yang terinfeksi dapat berubah warna, konsistensi, dan kandungan lemaknya.
Dampak Ekonomi
Brucellosis menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi peternak, antara lain:
- Penurunan produksi: Keguguran dan infertilitas menyebabkan penurunan populasi ternak dan produksi susu.
- Biaya pengobatan: Pengobatan Brucellosis membutuhkan biaya yang cukup tinggi.
- Pembatasan perdagangan: Daerah yang terjangkit Brucellosis seringkali mengalami pembatasan perdagangan hewan dan produk hewannya.
Pencegahan dan Pengendalian
Pencegahan dan pengendalian Brucellosis sangat penting untuk dilakukan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:
- Vaksinasi: Vaksinasi merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah Brucellosis. Vaksin diberikan pada sapi betina sebelum kawin.
- Karantina: Sapi yang sakit harus diisolasi dari sapi sehat untuk mencegah penyebaran penyakit.
- Sanitasi: Jaga kebersihan kandang, peralatan peternakan, dan lingkungan sekitar kandang.
- Pemeriksaan kesehatan rutin: Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin pada sapi untuk mendeteksi dini adanya infeksi Brucellosis.
- Pemotongan hewan sakit: Sapi yang sakit parah dan tidak dapat disembuhkan sebaiknya dipotong untuk mencegah penyebaran penyakit.
Penting untuk diketahui bahwa Brucellosis juga dapat menular ke manusia. Oleh karena itu, pekerja peternakan harus selalu menjaga kebersihan dan menggunakan alat pelindung diri saat bekerja dengan hewan.
Jika Anda menemukan gejala Brucellosis pada sapi Anda, segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.