Oleh: drh. Hayatu Fitro (Kepala Puskeswan Terpadu Painan)
Penyakit Jembrana adalah penyakit menular yang sangat serius dan dapat menyebabkan kematian pada sapi, terutama sapi Bali. Penyakit ini pertama kali ditemukan di Jembrana, Bali pada tahun 1965, sehingga dinamakan demikian.
Penyebab
Penyakit Jembrana disebabkan oleh virus dari genus Bovine herpesvirus 4 (BHV-4). Virus ini dapat menyebar dengan cepat melalui kontak langsung antara sapi yang sakit dengan sapi sehat, atau melalui perantara seperti serangga.
Gejala
Gejala penyakit Jembrana pada sapi cukup beragam, namun umumnya meliputi:
- Demam tinggi: Suhu tubuh sapi meningkat secara signifikan.
- Lesu dan nafsu makan menurun: Sapi menjadi lemah, tidak aktif, dan enggan makan.
- Pembesaran kelenjar getah bening: Kelenjar getah bening di leher, rahang bawah, dan pangkal kaki membesar.
- Diare: Tinja menjadi encer dan sering.
- Luka pada mulut dan kaki: Terjadi luka pada mulut dan kaki yang sulit sembuh.
- Penurunan produksi susu: Pada sapi perah, produksi susu menurun drastis.
Penularan
Penyakit Jembrana dapat menular melalui beberapa cara, antara lain:
- Kontak langsung: Sapi yang sakit dapat menularkan virus ke sapi sehat melalui kontak langsung, seperti saat makan atau minum bersama.
- Perantara: Serangga seperti nyamuk dan lalat dapat menjadi perantara penularan virus.
- Alat yang terkontaminasi: Alat-alat peternakan yang terkontaminasi virus juga dapat menjadi sumber penularan.
Pencegahan dan Pengendalian
Untuk mencegah dan mengendalikan penyakit Jembrana, dapat dilakukan beberapa upaya, yaitu:
- Vaksinasi: Vaksinasi adalah cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit Jembrana. Vaksin diberikan secara berkala sesuai dengan rekomendasi dokter hewan.
- Karantina: Sapi yang sakit harus diisolasi dari sapi sehat untuk mencegah penyebaran penyakit.
- Sanitasi: Jaga kebersihan kandang, peralatan peternakan, dan lingkungan sekitar kandang.
- Pemberian vitamin dan mineral: Tingkatkan daya tahan tubuh sapi dengan memberikan vitamin dan mineral yang cukup.
- Pemotongan hewan sakit: Sapi yang sakit parah dan tidak dapat disembuhkan sebaiknya dipotong untuk mencegah penyebaran penyakit.
Dampak
Penyakit Jembrana dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi peternak, antara lain:
- Kematian ternak: Penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada sapi dalam jumlah yang besar.
- Penurunan produksi: Produksi susu dan daging akan menurun drastis.
- Biaya pengobatan: Pengobatan penyakit Jembrana membutuhkan biaya yang cukup tinggi.
Penting untuk diketahui bahwa penyakit Jembrana tidak menular ke manusia.
Jika Anda menemukan gejala penyakit Jembrana pada sapi Anda, segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.