BPP BAYANG. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) WKPP Koto Berapak, Muhammad Abdi, SPt., melaksanakan pertemuan tingkat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan agenda memperkuat kelembagaan pertanian dan mempermudah pembinaan terhadap kelompok tani melalui penyegaran dan revitalisasi di Gapoktan Bina Usaha Tani Koto Berapak. Hadir dalam pertemuan ini, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian, Syafrianto, SP, Pimpinan Balai Penyuluhan Pertanian Bayang, Khairul Effendi, SP dan perwakilan dari 10 kelompok tani yang tergabung di dalam Gapoktan Bina Usaha Tani. Pertemuan diadakan di Pondok Inspirasi Gapoktan Bina Usaha Tani. Selasa, 14 Februari 2023.
Abdi menjelaskan penyegaran dan revitalisasi kelompok tani dan gapoktan dimaksudkan untuk membentuk dan mengaktifkan kembali serta memperkuat kelembagaan petani yang ada. Pembinaan pemerintah melalui Penyuluh kepada para petani akan lebih fokus dengan sarana yang lebih luas. Hal ini merupakan tantangan tersendiri. Tapi tidak akan menyurutkan langkah dalam pembinaan petani yang tergabung di dalam lembaga petani.
“Pentingnya pembinaan petani dengan pendekatan kelompok tani merupakan salah satu syarat pelancar pembangunan pertanian. Penyegaran dan revitalisasi kelompok tani adalah berarti membangun keinginan, dan kepercayaan pada diri sendiri agar dapat terlibat secara aktif, bergerak secara metodis, berdayaguna, dan terorganisir. Suatu gerakan kelompok tani yang tidak terorganisir dan tidak mengikuti kerjasama menurut pola-pola yang maju, tidak akan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi petani” lanjut Abdi.
Sementara itu, Khairul Effendi menegaskan kembali pentingnya revitalisasi kelompok tani dilakukan dengan mengidentifikasi segala permasalahan yang ada di kelompok tani seperti legalitas organisasi dan keaktifan kepengurusan, pengelolaan dan administrasi permodalan, pengembangan unit usaha kelompok tani. “Merumuskan langkah-langkah pemecahan masalah yang akan ditempuh, dalam hal ini akan melibatkan penyuluh sebagai pendamping di lapangan” tutupnya. (korespondensi M. Abdi, edit by Pertanian Wisata Channel)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!