Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lengayang dalam hal ini diwakili oleh PP. WKPP KoTo Rawang ; Rice Murdiana, SP menghadiri acara Musyawarah Nagari (Musnag) dalam rangka Penyusunan Rencana Kegiatan Pemerintahan (RKP) Nagari Tahun 2024 dan Daftar Usulan – Rencana Kegiatan Pemerintan (RKP) Nagari tahun 2025 di Nagari Lakitan Timur pada hari Kamis tanggal 10 Agustus 2023. Musyawarah Nagari adalah musyawarah antara Badan Permusyawaratan Nagari (Bamus), Pemerintah Nagari, dan Unsur Masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Nagari untuk menyepakati hal yang bersifat strategis. Unsur masyarakat yang diharapkan hadir terdiri atas : tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, perwakilan kelompok tani, perwakilan kelompok perempuan, dan unsur masyarakat lain sesuai dengan kondisi budaya masyarakat. Hasil musyawarah nagari ini akan menjadi pedoman bagi Pemerintah Nagari dalam menyusun rancangan Rencana Kegiatan Pemerintahan (RKP) Nagari dan Daftar Usulan RKP Nagari. Disaksikan oleh Camat Lengayang, Alfiandri, SP; musyawarah nagari dibuka oleh Pj. Walinagari Lakitan Timur Basri Hasanuddin, SIP setelah pembacaan ayat suci Al Qur’an. Dalam arahannya Camat Lengayang meminta masyarakat untuk berpartisipasi dalam merancang pembangunan nagari sehingga dana nagari benar-benar terserap demi kesejahteraan masyarakat nagari. Antusiasme masyarakat dalam musyawarah terlihat dengan banyaknya usulan-usulan kegiatan yang masuk, diantaranya kegiatan pembangunan fisik berupa jalan beton dibeberapa tempat, pembangunan kelas untuk anak-anak PAUD, dan Posyandu Remaja untuk mengurangi stunting. Selaku Penyuluh Pertanian, dalam hal ini mengusulkan untuk pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat nagari berupa pelatihan – pelatihan khususnya untuk petani yang tergabung dalam Kelompok Tani. Menurut kami Pembangunan fisik harus sejalan dengan perkembangan ilmu terutama ilmu berusaha tani. Program ketahanan pangan tetap prioritas, karena mata pencarian mayoritas adalah bertani dan pangan merupakan isu utama lancarnya seluruh pembangunan di nagari. Pelatihan-pelatihan yang diusulkan yang spesifik lokalita yaitu pembuatan pupuk kompos dari ternak (Lakitan Timur ada pasar ternak, bahan baku lebih dari cukup), pelatihan membuat agent hayati, dan lain-lain. Dasar dari usulan tersebut adalah mahalnya harga pupuk kimia saat ini, semakin rusaknya media tanam padi (Sawah) Petani karena selalu diberi pestisida dan bahan kimia lainnya. Serta anjuran dari Insan Pertanian untuk kembali ke alam, demi keberlanjutan pertanian Nagari Lakitan Timur dimasa datang. Semua usulan ditampung oleh Badan Permusyawaratan Nagari (Bamus) untuk selanjutnya disusun dan dibuat prioritas kegiatan sesuai dengan penting atau tidak penting di Nagari Lakitan Timur. Diluar usulan kegiatan, pihak Nagari menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama di saluran-saluran irigasi, karena akan mengganggu irigasi petani dan bisa menyebabkan banjir, bagi masyarakat yang tidak mengindahkan himbauan ini akan diberikan sangsi. (Rice Murdiana)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!