BIDANG KESWAN KESMAVET. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi, kerbau, domba, dan kambing kembali terjadi di Indonesia. Sejumlah daerah Di Sumatera Barat melaporkan kasus PMK, kondisi per tanggal 2 Juni 2022 menurut data hewan ternak terjangkit PMK yang diliris oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat sebagai berikut sebanyak 1496 ekor sakit, 2 ekor mati, 2 ekor potong paksa dan 125 ekor sembuh.
Seperti diketahui virus penyebab PMK ini dapat bertahan lama di lingkungan dan bertahan hidup pada tulang, kelenjar, susu, serta produk susu. Sementara itu, tingkat penularan PMK cukup tinggi dengan tingkat kematian 1-5 persen.
Sri Rita Setiawati, S. Pt, MM, Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Kab. Pesisir Selatan mengatakan ; "Untuk Kab. Pesisir Selatan masih aman atau belum ditemukan kasus PMK, tapi ini tetap tidak melemahkan kewaspadaan kita, karena tingkat penyebarannya cukup tinggi dan sangat mengkuatirkan”.
“PMK dapat ditularkan oleh hewan yang telah terinfeksi melalui beberapa cara, di antaranya: Kontak langsung antara hewan yang terinfeksi dengan hewan yang sehat. Misalnya melalui droplet, leleran hidung, serpihan kulit. Sisa makanan/sampah yang terkontaminasi produk hewan, seperti daging dan tulang dari hewan tertular. Kontak tidak langsung melalui vektor hidup yang terbawa manusia. Kontak tidak langsung melalui bukan vektor hidup, yakni virus terbawa oleh mobil angkutan, peralatan, alas kandang, dan sebagainya. Menyebar melalui udara, angin, atau daerah beriklim khusus” lanjut Rita.
“Untuk mencegah penularan antar hewan, peternak bisa melakukan pencegahan melalui manajemen biosekuriti kandang, barang, karyawan peternak, kendaraan, pengunjung kandang, hingga ternak dan peningkatan pengawasan lalu lintas transport hewan ternak di perbatasan” tutupnya. (Edited by Pertanian Wisata Channel)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!