Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

PROGRAM IPDMIP PESISIR SELATAN TINGGAlKAN \"LEGACY\" TUMBUHKAN PENANGKAR BENIH PADI VARIETAS CISOKAN

04 Jun 2023 18:50:08 WIB 37x dibaca
BPP BAYANG
PROGRAM IPDMIP PESISIR SELATAN TINGGAlKAN \"LEGACY\" TUMBUHKAN PENANGKAR BENIH PADI VARIETAS CISOKAN

BPP BAYANG. Poktan Iku Koto, Nagari Kubang, Kec. Bayang Kegiatan IPDMIP di Kab. Pesisir Selatan, khususnya Kec. Bayang di Daerah Irigasi (DI) Kubang Kapujan berhasil menumbuhkan penangkar benih padi varietas cisokan yang bersertifikat. Adalah Yusmardi (57), dan dikenal sehari-hari dengan sebutan Pak Datuk, seorang petani peserta Kegiatan IPDMIP di DI Kubang Kapujan yang berhasil melakukan perubahan perilaku kebiasaan masyarakat sekitarnya dari pemakaian benih padi yang didapat dari sistimm “jabal” (Jalur Benih Antar Lapang atau Benih Turunan) dengan produksi yang kurang memuaskan ke pemakaian benih padi bersertifikat yang hasil panen atau produksinya yang cukup menjanjikan. Kegiatan Sekolah Lapang (SL) IPDMIP 2022, melaksanakan Pelatihan Penangkaran dan Workshop Rantai Nilai. Pak Datuk menjadi peserta dari kegiatan tersebut, hal ini yang menimbulkan ketertarikan dan rasa keingintahuannya tentang bagaimana cara mendapatkan atau memproduksi sendiri benih padi yang bermutu.

Tidak puas dengan ilmu tentang penangkaran diatas, Pak Datuk mencari berbagai informasi dari sumber-sumber lain tentang penangkaran ini, seperti dari Staf Lapangan IPDMIP DI Kubang Kapujan, Penyuluh Pendamping IPDMIP, Tenaga Teknis dari Dinas Pertanian Kab. Pesisir Selatan, Petugas Pengawas Benih Tanaman (PBT) wilayah Kab. Pesisir Selatan dan sumber lainnya untuk mendapatkan pengetahuan tentang penangkaran benih padi sertifikasi yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Untuk tahun 2022 yang lalu DI Kubang Kapujan tepatnya di Kelompok Tani Cabadak Nagari Kapujan melalui Program IPDMIP mendapatkan program pelatihan penangkar sumber dana dari Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Prop. Sumatera Barat.

Program ini berhasil mencapai target produksi benih bersertifikat sebanyak 1,06 ton dalam satu musim tanam dengan pola tanam jajaran legowo. Untuk system jajar legowo ini terjadi peningkatan hasil panen dari 15 karung padi pada musim tanam sebelumnya, sekarang petani mendapatkan hasil sebanyak 18 karung padi. Pengaruhnya terhadap Petani adalah terjadi peningkatan pendapatan, selama ini petani menjual hasil panennya dalam bentuk GKP (Gabah Kering Panen) dengan harga berkisar di Rp. 5.000 – Rp. 7.500/kg, sedangkan dalam bentuk benih padi berlabel petani bisa menjual hasil panennnya di kisaran harga Rp. 12.000/kg. Berarti terjadi penambahan pendapatan petani untuk pengolahan hingga menjadi benih bersertifikat sebesar Rp. 1.500 – Rp. 2.000/kg.

Dasar inilah yang membuat Pak Datuk semakin tertarik untuk menjadi penangkar, ternyata di daerahnya bisa menghasilkan benih padi bersertifikat dengan hasil yang sangat menguntungkan jika dibandingkan dengan sistim jabal. Satu hal lagi, Kegiatan Pelatihan Penangkar ini awalnya melatih petani di DI Kubang Kapujan sebanyak 25 orang, seiring berjalannya waktu, petani yang menerapkan sistem penangkaran hanya tersisa menjadi 11 orang yang tersebar di 4 kelompok tani yang berada di DI Kubang Kapujan. Akibat masih kentalnya kebiasaan menjual hasil panen padi dalam bentuk GKP dan kebiasaan menerima uang tunai hasil dari jual beli padi langsung di sawah setelah panen, dari 11 orang yang tinggal hanya Pak Datuk sendiri yang tetap meneruskan menjadi penangkar. Pak Datuk mengambil langkah berani dengan langsung membeli padi yang sudah menjadi calon benih di Di Kubang Kapujan, “Sangat disayangkan jika hal ini masih terjadi, disamping harga yang tidak sebanding dengan kualitas beras, juga sangat merugikan kepada ketersediaan benih padi bersertifikat yang sudah sama-sama kita rintis”, miris kata Pak Datuk.

Untuk musim tanam sekarang, Pak Datuk mengajak 5 orang petani untuk dijadikan penangkar dengan luas lahan 1 Ha. Saat ini sedang dalam tahap penyemaian. “Ini merupakan langkah lanjutan dan kesinambungan untuk mempertahankan ketersediaan benih padi bersertifikat, juga merupakan hasil penerapan dari ilmu yang didapat dari Program IPDMIP”, kata Pak Datuk. Hal lain dampak positif hasil dari Program IPDMIP ini, Pak Datuk meinisiasi berdirinya Koperasi Usaha Tani. Berdasarkan hasil rapat pendirian koperasi ini pada tanggal 23 April 2022 menghasilkan keputusan untuk setiap anggota membayar simpanan pokok sebesar Rp. 2.000.000,- dengan cara dicicil ketika panen, simpanan wajib Rp. 20.000,- per bulan dan untuk pinjaman anggota diberikan Rp. 500.000,- tertinggi dengan cara pelunasan dengan biaya administrasi 10 %. Pertemuan Koperasi diadakan pada minggu ke-3 setiap bulannya. “Kedepannya, apa yang sudah dicapai akan dikembangkan lebih baik demi kemudahan akses pasar tersedianya benih padi bersertifikat ke seluruh wilayah kab. Pesisir Selatan dan bisa mengembangkan penangkaran varietas selain cisokan, serta bisa mengolah beras cisokan khas Nagari Kubang ini”, Tutup Yusmardi. Inilah Yusmardi alias Pak Datuk yang bisa dijadikan “legacy” atau warisan dari keberhasilan pelaksanaan Program IPDMIP di Kab. Pesisir Selatan, khususnya DI Kubang Kapujan.

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.