Oleh: drh. Hayatul Fitro
Bayang, Selasa 30 September 2025 – Puncak Peringatan World Rabies Day (WRD) 2025 tingkat Sumatera Barat berlangsung di Kantor Wali Nagari Sawah Laweh, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Ir. Sukarli, S.Pt, M.Si.
Kegiatan ini terselenggara berkat sinergi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan, dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sumatera Barat.
Rangkaian Kegiatan WRD 2025
Adapun kegiatan utama yang dilaksanakan antara lain:
Acara Seremonial
Acara pembukaan berlangsung di aula gedung pertemuan Nagari Sawah Laweh dengan kehadiran berbagai unsur:
Acara dipandu oleh drh. Indos Rizal dan diawali dengan sambutan serta KIE Rabies singkat dari Korwil PDHI Pessel dan Puskesmas Pasarbaru. Pada kesempatan itu, disampaikan pula rangkaian kegiatan WRD di Sumatera Barat, di antaranya:
Tahun ini, acara punca WRD digelar di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Penunjukan Bayang sangat relevan karena adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies di Nagari Sawah Laweh pada 13 September 2025.
Simbolis Penyerahan Logistik & Vaksinasi
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar juga menyerahkan secara simbolis logistik vaksinasi rabies kepada Kepala Puskeswan Tarusan selaku penanggung jawab wilayah. Seremoni dilanjutkan dengan vaksinasi simbolis pada beberapa ekor anjing dan kucing.
Setelah itu, tim kegiatan dibagi menjadi:
Hasil Kegiatan
Hingga sore hari, tercatat:
Vaksinasi akan terus berlanjut di Puskeswan se-Kabupaten Pesisir Selatan hingga 700 dosis vaksin rabies dari DPKH Provinsi Sumbar habis terdistribusi.
Tema WRD 2025
Tahun ini WRD mengusung tema:
“Act Now: You, Me and Community”
Konsep ini sejalan dengan pendekatan One Health yang menekankan sinergi antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan. Harapannya, rabies tidak hanya dapat dikendalikan di Pesisir Selatan, tetapi juga di seluruh Indonesia bahkan dunia, melalui kolaborasi bersama.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!