Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Puskeswan Inderapura Laksanakan Pelayanan Vaksinasi Rabies di Nagari Tigo Sungai Kecamatan Pancung S

02 Aug 2023 15:07:50 WIB 18x dibaca
PUSKESWAN INDERAPURA
Puskeswan Inderapura Laksanakan Pelayanan Vaksinasi Rabies di Nagari Tigo Sungai Kecamatan Pancung S

Nagari Tigo Sungai merupakan salah satu nagari yang berada di kecamatan Pancung Soal. Kecamatan Pancung Soal termasuk dalam wilayah kerja Puskeswan Inderapura, memiliki populasi anjing sebanyak 1.488 ekor, yang berisiko terhadap penyebaran dan penularan rabies pada HPR. Oleh karena itu, untuk meminimalisir angka kasus gigitan HPR ke manusia, langkah yang tepat adalah dengan memberikan vaksinasi pada HPR di wilayah tersebut.

Rabies atau penyakit gila anjing adalah penyakit hewan menular yang dapat menyerang manusia disebabkan oleh virus genus Lyssavirus (dari bahasa Yunani Lyssa yang berarti mengamuk atau kemarahan). Penyakit ini bersifat akut serta menyerang susunan syaraf pusat, hewan berdarah panas, dan manusia. Penyakit rabies masuk pertama kali ke Indonesia pada tahun 1884, ditemukan oleh Schrool (orang Belanda) pada kuda, kemudian tahun 1889 Esser W, J,. dan Penning menemukan penyakit rabies pada anjing. Pada tahun 1894, pertama kali virus rabies menyerang manusia, ditemukan oleh EV De Haan (orang Belanda). Virus rabies termasuk dalam kelompok virus RNA yang dikenal sebagai Lyssavirus dan umumnya menyebar melalui saliva hewan yang terinfeksi. Hewan yang paling umum terinfeksi dan menjadi sumber penularan rabies adalah anjing, kucing, rakun, rubah, dan kelelawar. Setelah terinfeksi, virus rabies akan menyebar melalui sistem saraf pusat dan menyebabkan peradangan pada otak dan sumsum tulang belakang. Meskipun demikian, penyakit ini dapat dicegah salah satunya dengan pemberian vaksinasi pada hewan peliharaan. Gejala Rabies pada manusia Munculnya gejala rabies bisa sangat bervariasi, antara 5 hari hingga sekitar 1 tahun. Namun, gejala penyakit ini umumnya muncul 30–90 hari setelah penderita tergigit hewan yang terinfeksi. Gejala rabies bisa lebih cepat muncul jika lokasi gigitan atau cakaran hewan dekat dengan otak, misalnya di dada, leher, atau di kepala.

Gejala awal yang dapat muncul meliputi:

• Demam atau menggigil

• Kesemutan

• Sakit kepala

• Lelah atau lemas

• Hilang nafsu makan Setelah itu, ada beberapa keluhan lanjutan yang dapat dialami oleh penderita rabies, seperti kram otot, sesak napas, halusinasi dan koma. Gejala lanjutan tersebut menandakan bahwa kondisi pasien makin memburuk.

Saat dilakukan pelayanan vaksinasi rabies, petugas pelaksana vaksinasi yang dipimpin oleh kepala Puskeswan Inderapura, Sdr. Erita, S.Pt berkoordinasi dengan pemerintah nagari Tigo Sungai dan organisasi Persatuan Olahraga Buru Babi (PORBBI) kecamatan Pancung Soal. Pelayanan vaksinasi saat ini diperoleh sebanyak 51 ekor HPR anjing, baik anjing yang digunakan untuk penjaga rumah maupun anjing yang pemiliknya tergabung dalam organisasi PORBBI. Semoga dengan pelayanan vaksinasi rabies ini, dapat mengurangi kasus rabies pada anjing sehingga dapat menurunkan kasus gigitan HPR ke manusia di wilayah kerja Puskeswan Inderapura khususnya di kecamatan Pancung Soal. (Koresponden: Erita, S.Pt, Kepala Puskeswan Terpadu Inderapura).

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.