Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

PUSKESWAN SILAUT MELAKUKAN PELAYANAN PENGOBATAN RHINOTRACHEITIS VIRUS PADA KUCING

09 Aug 2023 10:45:37 WIB 4x dibaca
PUSKESWAN SILAUT
PUSKESWAN SILAUT MELAKUKAN PELAYANAN PENGOBATAN RHINOTRACHEITIS VIRUS PADA KUCING
Pada hari Rabu tanggal 9 Agustus 2023, Puskeswan Silaut melakukan pelayanan pengobatan kucing persia "Temon" Jantan umur 1,7 tahun yang berasal dari kampung Ranto Panjang, Nagari Pasir Binjai. Kondisi kucing tiba dengan keadaan lemas, flu, kehilangan nafsu makan,dehidrasi, terlihat selalu tersedak ingin muntah dan hanya tidur seharian. Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan oleh dokter hewan, diagnosa kucing "Temon" terpapar virus rhinotracheitis. Penyakit Rhinotracheitis merupakan salah satu penyakit saluran pernapasan atas pada kucing yang disebabkan oleh Feline Herpesvirus tipe 1 (FHV-1) dan tergolong infeksius. Munculnya penyakit ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya belum melakukan tindakan pencegahan berupa vaksinasi sehingga agen penyakit mudah menginfeksi karena tubuh belum mampu mengendalikan virus tersebut. Seekor kucing terinfeksi virus ini melalui kontak langsung dengan partikel virus. Virus ini menyebar dalam air liur dan kotoran dari mata dan hidung kucing yang terinfeksi. Infeksi terjadi ketika kucing yang rentan bersentuhan langsung dengan kucing yang terinfeksi, atau dengan benda mati (misalnya kandang, peralatan makanan dan air, furnitur) yang telah terkontaminasi partikel virus. Setelah kucing terinfeksi FVR, biasanya akan menunjukkan gejala penyakit dalam dua hingga lima hari (masa inkubasi penyakit). Kucing tersebut dapat menulari kucing lain selama masa inkubasi ini. Dalam kebanyakan kasus, setelah gejala muncul, infeksi aktif akan berlangsung sekitar 10-14 hari.Semua kucing yang telah terinfeksi FVR akan menjadi pembawa virus ini; kebanyakan pembawa akan bersifat laten, artinya virus akan bertahan dalam bentuk tidak aktif di dalam tubuh kucing. Semua kucing dapat terinfeksi infeksi FVR, tetapi infeksi cenderung lebih parah pada hewan muda atau hewan yang memiliki penyakit kronis lainnya. Anak kucing yang lahir dari kucing yang membawa infeksi FVR laten dapat terinfeksi setelah lahir. Tanda-tanda khas FVR melibatkan hidung, tenggorokan, dan mata, dan termasuk bersin, hidung tersumbat, konjungtivitis, demam, nafsu makan hilang, lemas, berkedip berlebihan, menyipitkan mata, dan keluarnya cairan dari mata dan hidung yang berkisar dari bening dan berair hingga kental dan bernanah (berwarna kuning/hijau). Diagnosis dugaan FVR didasarkan terutama pada riwayat medis kucing dan tanda-tanda klinis yang dikombinasikan dengan temuan pada pemeriksaan fisik. Kucing dengan infeksi tidak rumit yang disebabkan oleh FVR biasanya akan diobati sesuai gejalanya. Perawatan akan ditentukan oleh tanda dan masalah klinis spesifik yang ditunjukkan kucing Anda. Pencegahan FVR ini dengan melakukan vaksinasi lengkap terhadap kucing kesayangan anda.
Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.