Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Puskeswan Silaut Melakukan Penanganan Diare pada Pedet

08 Aug 2023 21:48:42 WIB 8x dibaca
PUSKESWAN SILAUT
Puskeswan Silaut Melakukan Penanganan Diare pada Pedet
Kejadian diare pada anak sapi atau biasa disebut pedet ini di Indonesia sampai sekitar 22 persen untuk setiap kelahiran dengan tingkat kematian mencapai 91%. Diare paling rentan terjadi pada pedet usia dari 1 hari – 3 bulan, anak sapi yang baru lahir mempunyai kekebalan tubuh yang sangat rendah karena belum mengkonsumsi kolostrum. Kekebalan tubuh yang rendah akan mengakibatkan pedet mudah terserang diare. Gejala klinis diare pada pedet terlihat feses encer dan berbau menyengat dengan warna feces putih keabu-abuan. Diare pada pedet disebabkan penyakit kolibasilosis akibat terpapar bakteri entero-toksigenik escerichia coli (ETEC) dan vero-toksigenik escerichia coli (VTEC) yang biasa terdapat pada kondisi lingkungan peternakan. Pedet yang terserang bakteri yang biasa ada di sumber air, di tanah maupun udara ini selain akan mengalami mencret-mencret dengan tinja cair berwarna kuning, juga membuat pedet dehidrasi, lemas dan berujung pada kematian. Resiko kematian sangat tinggi akibat penyakit diare pada pedet ini.Penyebab kematian karena dehidrasi yang sangat tinggi, pedet kehilangan cairan tubuh yang sangat banyak, pedet kelihatan lemah, mata sayu kemudian lumpuh dan mati. Diare biasanya disebabkan oleh agen infeksius bakteri,virus,protozoa dan penyebab lain. Penyebab paling umum dijumpai pada kasus diare adalah bakteri E. Coli. Penanganan pedet yang sudah terkena penyakit diare adalah dengan melakukan kebersihan kandang sekaligus melakukan desinfeksi. Memisahkan anak yang diare dan induknya dari ternak yang lain agar tidak menular. Kemudian memberikan larutan oralit atau campuran gula dan garam kepada pedet untuk mengatasi dehidrasi, ditambah dengan antibiotik untuk membasmi bakteri E. Coli atau salmonella. Jika memberikan susu pengganti sebaiknya menghindari susu yang mengandung laktosa.
Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.