Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Puskeswan Sutera Melakukan Pengobatan Pada Sapi yang Terkena Pink Eye

16 Aug 2023 08:58:45 WIB 14x dibaca
PUSKESWAN SUTERA
Puskeswan Sutera Melakukan Pengobatan Pada Sapi yang Terkena Pink Eye

Petugas Puskeswan Terpadu Sutera Melakukan Pengobatan kepada 1 ekor sapi yang terdiagnosa Pink Eye di Koto Merapak, Sutera pada Senin (14/8/2023). Pink Eye (Mata Merah) umumnya merupakan penyakit mata akut yang menular pada sapi, domba maupun kambing. Penyakit ini diitandai dengan kemerahan dan peradangan pada daerah conjunctiva mata dan kekeruhan pada kornea mata. Penyakit ini biasa menyerang sapi pada saat cuaca kurang baik serta adanya penurunan daya tahan tubuh dan dapat menyerang ternak pada semua umur, namun ternak yang berumur muda lebih peka dibandingkan dengan ternak berumur tua. Penyakit ini tidak sampai menimbulkan kematian, akan tetapi dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi peternak, karena akan menyebabkan kebutaan, penurunan berat badan dan biaya pengobatan yang mahal. A. TANDA KLINIS Mula-mula mata terinfeksi oleh bakteri, Mycoplasma dan atau virus. Infeksi itu bisa menyebabkan kerusakan pada kornea mata sehingga mata sapi berair, kemerahan pada bagian yang putih (Konjungtiva) dan kelopaknya,lalu matanya bengkak dan lama kelamaan kornea matanya menjadi keruh atau tertutup lapisan putih. Infeksi mata seperti itu sering terjadi pada ternak yang mengalami perjalanan jauh. Namun bisa juga disebabkan oleh iritasi pada kornea mata akibat kibasan ekor, gesekan rumput dan debu sehingga memicu terjadinya infeksi sekunder yang disebabkan oleh bakteri, mycoplasma dan atau virus. Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan ternak terinfeksi melalui sekresi mata, atau secara tidak langsung melalui vektor lalat, debu dan percikan air yang tercemar oleh bakteri. B. PENYEBAB Pink Eye disebabkan oleh bakteri,mycoplasma dan atau virus, rikketsia maupun chlamydia, namun yang paling sering ditemukan adalah akibat bakteri Maraxella bovis. Mikrorganisme penyebab ditularkan lewat kontak antara ternak peka dengan ternak penderita atau oleh serangga yang bisa memindahkan mikroorganisme atau bisa juga lewat iritasi debu atau sumber-sumber lain yang dapat menyebabkan goresan atau luka mata. Penyakit ini juga sering terjadi pada musim panas karena banyaknya debu dan meningkatnya populasi lalat Musca autumnalis sebagai vektor. Perubahan cuaca yang mendadak, terlalu padatnya ternak dalam kandang juga dapat memicu terjadinya penyakit ini. C. PENGOBATAN Ternak yang sakit mata sebaiknya dipisahkan dari ternak yang masih sehat. Suntikan antibiotik, seperti tetracyclin atau tylosin dan penggunaan salep mata dapat membantu kesembuhan penyakit. Menempatkan ternak pada tempat yang teduh atau menempelkan kain di mata dapat mengurangi rasa sakit mata akibat silaunya matahari. Salep mata atau larutan yang mengandung antibiotika seperti chloramphenicol, oxytetracycline dan campuran penicilin-streptomycin. Bisa juga dioleskan salep terramycin 0,1 %. Biasanya mata sapi akan sembuh dalam 1-2 minggu. D. PENGOBATAN TRADISIONAL Untuk pengobatan sementara dan pertama yang dilakukan dengan daun sirih, garam dan air hangat cara pembuatan obatnya cukup mengambil 3 lembar daun sirih, kemudian di tuangkan air panas kedalam gelas yang di campur oleh garam, Setelah air garam bercampur daun sirih tersebut agak dingin kita kompreskan ke bagian mata yang terjangkit penyakit tersebut lakukan 1 kali sehari selama 2 hari .

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.