Puskeswan terpadu sutera melakukan pengobatan penyakit kaskado pada seekor sapi bali di karang labung kecamatan lengayang pada selasa (8/8/2023). Kaskado adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing Stephanofilaria duodesi dan Stephanofilaria stillesi . Cacing ini sering ditemukan di permukaan kulit bagian ventral sapi. Siklus hidup Stephanofilaria tidak secara langsung dan memerlukan lalat sebagai vektor, yaitu Haematobia irritans . Stephanofilaria dicirikan sebagai agen penyakit yang biasa terdapat di padang rumput yang banyak kotoran basahnya terutama di musim panas dan hujan. Penyakit kaskado akan menular ketika ada sapi yang mengalami luka. Kemudian cairan luka pada kulit hewan akan dihisap oleh lalat. Sehingga larva cacing yang terdapat dalam tubuh lalat dapat masuk ke dalam tubuh sapi dan menginfeksi sapi tersebut. Gejala penyakit Kaskado adalah luka pada kulit yang tertutup oleh keropeng dan kelihatan tebal, kelainan kulit berupa lepuh kecil yang menjadi luka besar, luka terdapat pada bagian leher atas, daerah punuk, gelambir, bahu, sekitar mata dan kaki, penurunan produksi susu dan daging, hewan terlihat stress dan nafsu makan berkurang. Cara pengendalian penyakit kaskado yaitu: 1. Berikan obat antiparasit berspektrum luas. 2. Hewan yang sakit harus diisolasi. 3. Untuk pengendalian populasi lalat lakukan penyemprotan insektisida seperti coumaphos 0,05 – 0,1%, diazenon 0,5% dan malathion 0,02%. 4. Penyemprotan atau pemberian obat dilakukan langsung pada kulit yang mengalami lesi atau luka.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!