Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

PUSKESWAN TERPADU SUTERA MELAKUKAN PENGOBATAN ABORTUS PADA SAPI

04 Aug 2023 17:05:56 WIB 38x dibaca
PUSKESWAN SUTERA
PUSKESWAN TERPADU SUTERA MELAKUKAN PENGOBATAN ABORTUS PADA SAPI

Petugas puskeswan terpadu sutera melakukan pelayanan pengobatan terhadap sapi yang abortus di kampung olau nagari koto taratak kecamatan sutera pada kamis 3/8/2023. Abortus atau dalam istilah umum di masyarakat dikenal dengan istilah keguguran merupakan suatu kondisi ketidakmampuan fetus (anak sapi) untuk bertahan hidup sebelum waktunya dilahirkan, namun proses pembentukan organ pada fetus tersebut telah berlangsung. Berbagai penyebab termasuk agen infeksius menjadi faktor utama dalam kejadian abortus pada sapi. Abortus pada sapi dapat disebabkan oleh agen infeksius dan non infeksius. Contoh agen non infeksius yaitu genetik, nutrisi, trauma, fetus kembar, proses IB dan sebagainya. Sedangkan penyebab infeksisus yang berasal dari virus diantaranya yaitu Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR), Rhinotracheitis Infectiousa Bovis, Infectious Bovine Necrotic Rhinotracheitis, Necrotic Rhinitis, Red Nose Disease, Bovine Coital Exanthema. Agen infeksius utama penyebab abortus pada sapi yang sering dilaporkan adalah Brucella abortus, yang menyebabkan kematian (kluron), gangguan reproduksi berupa kemajiran temporer dan permanen pedet lemah lahir, retensi placenta. penularan abortus dapat melalui fetus yang diaborsikan, plasenta dan cairan plasenta mengandung bakteri maupun virus penyebab abortus dalam jumlah yang tinggi. Agen tersebut, tandasnya, dapat mengkontaminasi lingkungan dan memiliki resiko yang tinggi untuk menularkan ke hewan maupun manusia. Penularan dapat melalui membran mukosa tubuh, saluran pencernaan dan pernafasan, dan juga saluran reproduksi. Indukan yang pernah mengalami abortus akibat penyakit infeksi reproduksi, dapat menjadi carier dan menjadi sumber penularan. Apa yang harus dilakukan kalau ada abortus? peternak atau petugas perlu segera memisahkan induk yang abortus dengan sapi lain dalam kelompok, petugas mengambil fetus dan disimpan untuk pengambilan sampel segera, semua bekas abortus dibersihkan, desinfektan kandang dan peralatan serta sapi yang sehat perlu diberikan nutrisi dan vitamin yang cukup. Saat ini, dalam program pencegahan abortus, pemerintah telah berupaya untuk melakukan vaksinasi secara rutin kepada sapi-sapi di seluruh Indonesia. Pencegahan juga dapat melalui surveilans penyakit dan melakukan evaluasi bibit pejantan. Edukasi peternak tentang penyakit gangguan reproduksi, pakan, nutrisi pada masa kebuntingan, recording kejadian abortus serta investigasi penyebab abortus merupakan tanggungjawab kita bersama.

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.