Rapat koordinasi yang bertempat di Bukittinggi diikuti oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner ( Sri Rita Setiawati, S.Pt., MM. ) pada hari kamis dan jumat tanggal 27-28 Juli Tahun 2023. Rapat koordinasi ini berisi tentang situasi dan program pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) oleh pemerintah pusat beserta strategi dalam pengendalian PMK. Vaksinasi merupakan strategi utama pengendalian PMK, adapun hewan yang menjadi target vaksinasi adalah : a). Prioritas sapi dan kerbau; b). Kambing, domba dan babi (yang dibudidayakan dan dilalulintaskan) ; c). Satwa liar berkuku belah. Strategi lainnya pengendalian PMK adalah : pengawasan lalu lintas ternak (Permentan 17/2023), survailens (untuk mengukur tingkat kekebalan/antibodi hewan pasca vaksinasi dan herd immunity) dan penerapan biosecurity. Pada acara Rakor yang diadakan oleh Balai Veteriner Bukittinggi kali ini mengangkat Visi "Menuju Regional II bebas PMK" sedangkan Visi Nasional adalah "Indonesia Bebas PMK Tahun 2035" (KESIMPULAN/HASIL KEGIATAN)* Survailens dan monitoring pasca vaksinasi PMK pada tahun 2023 perlu dilakukan sebagai upaya menilai dan mengevaluasi program vaksinasi yang telah dilaksanakan di wilayah regional II.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!