Jl. DR. Moh. Hatta Painan,
Kabupaten Pesisir Selatan.
Umum
Sekolah Lapang Komoditi Kelapa Tanggal 27 Juni 2024 di Kecamatan Ranah Pesisir
08 Jul 2024 12:12:26 WIB 15x dibaca
BIDANG PERKEBUNAN
Peserta Sekolah Lapang Komoditi Kelapa yang berasal dari KWT Bundo Kanduang, Kecamatan Ranah Pesisir. Pelaksanaan Sekolah Lapang Komoditi Kelapa pada tanggal 27 Juni 2024 di Kelompok KWT Bundo Kanduang dengan Narasumber Solfi Johanisman ,SP dengan materi Pembuatan Biosaka Biosaka adalah bahan dari larutan tumbuhan atau rerumputan yang diketahui mampu melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit dan mampu menekan penggunaan pupuk mencapai 50-90 persen. Biosaka merupakan salah satu inovasi dalam pembuatan pupuk organik dari bahan rerumputan yang sudah diaplikasikan di beberapa daerah dengan hasil yang significant untuk mengurangi penggunaan pupuk kimiaHal penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan. Cara Pembuatan Biosaka yaitu Campurkan bahan dan air pada wadah yang telah disiapkan, Lakukan peremasan dengan tangan kanan dan tangan kiri memegang pangkal bahan, sekali meremas diikuti sekali mengaduk air ke kiri.Diremas sampai selesai, tidak berhenti, tidak sampai hancur batangnya, tangan tidak boleh diangkat, tetap di dalam air, dan tidak dapat berganti orang. Lakukan proses ini selama 15-20 menit. Kemudian pisahkan air dengan ampas bahan. Air Yang kita gunakan adalah airnya yang sudah bercampur dengan sari pati bahan. Simpan 3-7 hari di dalam wadah. Pembuatan biosaka dikatakan berhasil apabila mengeluarkan aroma yang wangi. Biosaka yang sempurna bisa disimpan hingga lima tahun. Apabila pembuatan biosaka berhasil, lakukan penyemprotan dengan nozzle kabut minimal 1 meter di atas pertanaman dan tidak boleh berulang. Untuk 1 hektar lahan cukup 2-4 tanki sprayer. Sebagai informasi, penggunaan biosaka dapat mengurangi penggunaan dosis pupuk NPK hingga 50 %.Biosaka merupakan salah satu inovasi dalam pembuatan pupuk organik dari bahan rerumputan yang sudah diaplikasikan di beberapa daerah dengan hasil yang significant untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia.