Puskeswan Painan, 18 Agustus 2023. Pada acara Bimtek itik Petelur yang dilaksanakan di Kantor Wali Nagari Sago Salido, drh. Fitro sebagai kepala puskeswan ikut menyelipkan soasialiasi penyakit Rabies dalam kegiatan tersebut. Memanfaat jeda waktu bimtek menuju makan siang drh. Fitro membangkitkan perhatian masyarakat sago salido yang hadir pada acara tersebut dengan bertanya tentang gigitan hewan pembawa rabies (HPR) dalam hal ini anjing dan kucing yang kerap melapor ke Puskeswan. Respon masyarakat langsung berapi-api menceritakan pengalaman mereka berkaitan dengan hal tersebut. Sehingga terjadilah sosialisai yang spontan tersebut.
Laporan kasus gigitan HPR di wilayah kerja Puskeswan Painan dalam hal ini Kec. IV Jurai dan Batang Kapas hapir ada setiap hari. Masyarakat pada umumnya tidak mengetahui bahwasanya tidak semua gigitan Anjing dan Kucing itu merupakan kasus rabies, karena ada juga gigitan provokatif. Contohnya kucing liar yang memebrontak saat di tangkap anak kecil akan mencakar dan menggigit. Anjing beranak di belakan rumah yang menyerang karena naluri melindungi anaknya. Anjing penjaga rumah yang menyerang karena naluri mempertahankan daerah teritorinya dan masih banyak lagi kasus lainnya.
Pada kesempatan itu drh fitro menjelaskan ciri-ciri kasus rabies pada anjing dan kucing antara lain:
Pada kesempatan tersebut juga dijelaskan tahapan apa saja yang merti dilakukan jika terjadi gigitan HPR. Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini masyarakat lebih memahami tentang rabies. (Kepala Puskeswan - drh. Fitro)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!