Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

STERILISASI KUCING

29 Jun 2024 08:25:28 WIB 8x dibaca
PUSKESWAN PAINAN
STERILISASI KUCING

Oleh: drh Hayatul Fitro (Kapala Puskeswan Terpadu Painan)

Pengertian Sterilisasi Kucing

Sterilisasi kucing adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mencegah kucing betina dan jantan bereproduksi. Adapun, pada kucing jantan, testis diangkat, yang merupakan sumber utama hormon testosteron, sehingga kadar hormon ini turun setelah operasi.

Sementara untuk kucing betina, pengangkatan ovarium bisa dilakukan dengan ovariektomi. Lalu pengangkatan ovarium dan rahim dilakukan dengan teknik ovariohisterektomi. Setelah dimandulkan, kucing tidak akan bisa hamil lagi.

Tujuan Sterilisasi Kucing

Ada berbagai tujuan dari tindakan memandulkan kucing ini, antara lain:

  • Kontrol populasi: Hal ini dapat mencegah kucing mendapatkan kehamilan, terutama pada seseorang yang tidak ingin menambah kucing. Musim kawin pertama terjadi sekitar usia 6 bulan.
  • Menurunkan keinginan kucing untuk menjelajah. Hal ini menurunkan risiko untuk alami kecelakaan lalu lintas atau cedera.
  • Mengurangi perkelahian: Kucing jantan aktif memiliki hormon untuk mencari pasangan dan mempertahankan wilayahnya. Steril kucing dapat mengurangi naluri ini.
  • Rumah yang lebih bersih: Kucing jantan kerap menyemprotkan urin untuk menandai wilayah. Kebiri dapat mengurangi atau menghilangkan keinginan tersebut.

Manfaat Sterilisasi Kucing

Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari tindakan steril pada kucing ini, antara lain:

  • Tidak ada risiko kehamilan: Seperti yang diketahui, kucing dapat melahirkan beberapa kali per tahun, tentu saja sulit untuk memelihara banyak kucing di rumah. Tindakan ini membuat kucing tidak bisa hamil lagi.
  • Mencegah penyakit: Tindakan ini juga dapat menurunkan risiko penyakit pada kucing, termasuk kanker serviks dan kanker ovarium.
  • Menghilangkan risiko infeksi rahim: Pada kucing betina, infeksi rahim dapat terjadi dan bahkan menimbulkan masalah fatal. Sterilisasi dapat menghilangkan risiko ini.

Kapan Harus Melakukan Sterilisasi Kucing?

Untuk pemilihan waktu yang tepat tergantung dari pemilik kucing. Jika merasa sudah tidak ingin menambah kucing, sterilisasi kucing adalah cara paling mudah yang bisa dipilih.

Namun, tidak serta-merta kucing yang baru lahir bisa dikebiri. Hewan ini baru bisa disterilisasi saat berusia 4 bulan. Kucing dapat menjadi dewasa secara seksual di kisaran usia tersebut, sehingga mensterilkan lebih awal adalah cara terbaik.

 

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.