BIDANG PENYULUHAN. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan, Madrianto, S.Hut, M.H., mendampingi rombongan Studi Tiru Penyuluh dan Petani Berprestasi Kegiatan Hibah Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 29 orang ke P4S Mimba Farm Kabupaten Badung dan Subak Jatiluwih Kabupaten Tabanan Bali. Kegiatan dilaksanakan tanggal 1 s.d. 4 Desember 2022.
Rombongan disambut dan didampingi oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Bali dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Bali.
Madrianto menjelaskan kegiatan ini dalam rangka memotivasi dan meningkatkan kinerja Penyuluh Pertanian, Staf Lapangan IPDMIP, Penyuluh Petani Swadaya, Petani Dewasa, Petani Inovatif, Petani Millenial dan Wanita Tani dalam melaksanakan tugas dan fungsi di wilayah kerjanya masing-masing.
"Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi kita kepada mereka yang berprestasi dan telah dinilai oleh Tim Penilai dari Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Pesisir Selatan Nomor 520/499/Kpts/BPT_PS/2022", lanjut Madrianto.
Selaras dengan Madrianto, Koordinatos Kabupaten Regional IPDMIP Kab. Pesisir Selatan, Dedi Kurnia Putra memaparkan bahwa tujuan yang diharapkan dari kunjungan ke Mimba Farm adalah untuk mempelajari sistim produksi yang mengandalkan teknologi 5.0. Selain itu juga ingin mendapatkan ilmu tentang sistim pemasaran hasil pertanian mereka yang sudah modern, sedangkan kunjungan ke Subak Jatiluwih adalah untuk melihat dan mempelajari sistim kelembagaan Subak yang termasuk ke dalam warisan dunia dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) sebagaia UNESCO's World Heritage . Disini didapat informasi bagaimana petani memanfaatkan dan membagi pemakaian air irigasi secara adil. Tidak ada yang monopoli dalam pemakaian air, karena ada sanksi yang akan diterapkan kepada pencuri air berupa saluran air ke sawah mereka ditutup dan ketika musim hujan, seluruh air diarahkan ke sawah mereka. Disamping itu ada keselarasan antara petani dengan petani dan petani dengan sang pencipta. Jadi istilahyua beras yang dihasilkan oleh petani Bali adalah beras yang penuh dengan doa.
"Semoga dengan adanya kegiatan ini, peserta akan mendapatkan tambahan pengalaman dan ilmu yang sangat berharga untuk diterapkan dan akan menghasilkan suatu ide dan gagasan yang cemerlang bagi rombongan yang akan menghasilkan legacy (warisan atau peninggalan) tentang berhasilnya pelaksanaan Kegiatan IPDMIP di Kabupaten Pesisir Selatan", tutup Dedy. (Korespondensi Ernayenti, Debby Wiliyan SaputrI, Dedi Kurnia Putra, editing by Pertanian Wisata Channel)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!