Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Waspada Peste des Petits Ruminants (PPR): Penyakit Mematikan bagi Kambing dan Domba

28 Oct 2025 11:41:38 WIB 24x dibaca
PUSKESWAN PAINAN
Waspada Peste des Petits Ruminants (PPR): Penyakit Mematikan bagi Kambing dan Domba

Oleh: drh. Hayatul Fitro, Kepala Puskeswan Terpadu Painan

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Bapak/Ibu, saudara-saudari, dan seluruh peternak kambing dan domba di Kabupaten Pesisir Selatan.

Sebagai wilayah yang memiliki potensi peternakan, kita wajib mengenal dan mewaspadai penyakit yang sangat berbahaya bagi kambing dan domba, yaitu Peste des Petits Ruminants atau yang biasa disingkat PPR.

PPR adalah penyakit virus yang sangat menular dan mematikan, yang menyerang hewan ternak ruminansia kecil (terutama kambing dan domba). Meskipun hingga saat ini Indonesia belum melaporkan adanya kasus PPR, kita harus bersiap dan tahu cara mencegahnya.

1. Apa Itu PPR dan Mengapa Sangat Berbahaya?

PPR adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan pertama kali ditemukan di Afrika Barat. Penyakit ini ditetapkan oleh dunia sebagai penyakit yang wajib dilaporkan karena dampaknya yang luar biasa terhadap ekonomi peternak.

Tingkat Kematian Tinggi:

  • Sangat Menular: Tingkat penularan (morbiditas) PPR bisa mencapai 90% hingga 100%. Artinya, hampir semua ternak yang terinfeksi akan sakit.
  • Sangat Mematikan: Tingkat kematian (mortalitas) pada ternak yang terinfeksi bisa mencapai 50% hingga 100%, terutama pada ternak muda.

2. Bagaimana PPR Menular?

PPR menular sangat cepat melalui kontak langsung antar ternak.

  • Kontak Langsung dan Udara (Aerosol): Penularan utama terjadi saat ternak yang sehat menghirup udara yang mengandung virus dari ternak yang sakit, seperti melalui bersin, batuk, dan leleran hidung.
  • Kontak Tidak Langsung: Virus juga bisa menempel dan menular melalui peralatan kandang, tempat pakan, wadah air minum, atau bahkan terbawa oleh manusia.

3. Kenali Tanda-Tanda Penyakit PPR

Masa inkubasi (sejak terinfeksi hingga muncul gejala) PPR hanya sekitar 3 sampai 6 hari. Segera waspada jika ternak Anda menunjukkan gejala-gejala berikut:

  1. Demam Tinggi: Suhu tubuh naik drastis, bisa mencapai 41°C (Demam ini bisa berlangsung 3-5 hari).
  2. Lemas dan Tidak Mau Makan: Ternak terlihat depresi, gelisah, dan kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  3. Leleran di Hidung dan Mata: Muncul cairan dari hidung yang awalnya jernih, lalu berubah menjadi kental dan bernanah (mukopurulen). Mata juga mengalami radang (konjungtivitis).
  4. Sariawan Mulut: Terdapat luka-luka atau sariawan di sepanjang bibir dan mulut ternak (stomatitis), disertai bau mulut yang tidak sedap (halitosis).
  5. Diare Berat: Ternak akan mengalami diare parah, dengan kotoran yang sangat cair hingga berdarah.
  6. Kematian Mendadak: Pada kasus yang sangat cepat (perakut), terutama pada kambing muda, ternak bisa tiba-tiba demam tinggi, lemas, dan mati mendadak.

4. Pencegahan Adalah Kunci Utama!

Hingga saat ini, belum ada obat spesifik yang bisa membunuh virus PPR. Pengobatan yang diberikan hanya bersifat suportif (membantu melawan infeksi sekunder) untuk menurunkan tingkat kematian. Oleh karena itu, pencegahan adalah tindakan terbaik.

Sebagai wilayah yang masih bebas PPR, mari kita jaga ternak kita dengan langkah-langkah berikut:

  • Kontrol Lalu Lintas Ternak: Waspadai ternak yang masuk dari luar daerah, apalagi dari luar provinsi. Laporkan setiap pembelian atau pergerakan ternak yang mencurigakan kepada petugas di Dinas Pertanian.
  • Vaksinasi: Jika sewaktu-waktu pemerintah menyediakan vaksin PPR (yang sudah tersedia di dunia), pastikan ternak Anda mendapatkan vaksinasi sebagai perlindungan utama.
  • Isolasi Ternak Baru: Ternak yang baru dibeli harus diisolasi di kandang terpisah selama minimal 1-2 minggu untuk memastikan tidak membawa penyakit.
  • Lapor Cepat: Jika Anda melihat kambing atau domba Anda menunjukkan gejala demam tinggi, sariawan, dan diare yang parah, segera laporkan ke Puskeswan Terpadu Painan atau petugas peternakan terdekat.

Mari kita jaga kesehatan ternak kita bersama-sama demi kemajuan peternakan di Pesisir Selatan.

Salam Sehat, drh. Hayatul Fitro.

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.