BIDANG PENYULUHAN. Kepala Dinas Pertanian Kab. Pesisir Selatan, Madrianto, S.Hut., M.H., membuka Workshop Fasilitasi Rantai Nilai Kegiatan Hibah IPDMIP Tahun 2022 yang dilaksanakan oleh District Project Implementation Unit Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program (DPIU IPDMIP) Kab. Pesisir Selatan. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari mulai dari tanggal 28 s.d. 30 September 2022 di Axana Hotel Padang.
Workshop ini bertujuan untuk meninjau kemajuan, mengidentifikasi berbagai masalah umum dan peluang untuk pengembangan pasar lebih lanjut. Hasil-hasil pertemuan ini akan menjadi masukan dalam membuat perencanaan ke depan tentang berbagai kegiatan dan dukungan yang dapat ditawarkan oleh proyek untuk pengembangan pasar. Dengan konsep bekerja sama lintas sektor, workshop menghadirkan dari kabupaten Bappedalitbang Kab. Pesisir Selatan, Dinas Perikanan dan Pangan Kab. Pesisir Selatan dan Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Kab. Pesisir Selatan, sedangkan dari propinsi dihadiri Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Perum Bulog dan Unsur Perbankan. dari daerah irigasi mengikutkan Pimpinan BPP, Staf Lapangan IPDMIP dan Pedagang atau pelaku usaha, masyarakat petani serta semua pihak yang terkait baik di dalam dan sekitar daerah irigasi.
Dalam Arahannya Madrianto mengharapkan, melalui workshop validasi rantai nilai dagar berbagai faktor pembatas yang ada pada petani dalam upaya peningkatan efisiensi pasar dan peningkatan kualitas produk dapat dicarikan jalan keluarnya melalui pelibatan peran pihak lintas sektoral dan pelaku usaha non-pemerintah yang beminat untuk turut bekerja bersama pemerintah dalam mengatasi permasalahan petani baik berupa perjanjian kerja sama (MOU) maupun berupa kebijakan lintas sektoral yang mendukung kegiatan ini.
“Masalah yang potensial muncul dalam pelaksanaannya, salah satunya dari ketersediaan air atau irigasi. diperlukannya solusi dan pendekatan strategis, serta komunikasi atau dialog dengan para stakeholders tentang pentingnya keberadaan irigasi ini untuk mendukung keberhasilan peningkatan dan ketahanan produksi padi di daerah irigasi.
“Rantai nilai dalam sektor pertanian adalah nilai tambah dalam pertanian yang terbentuk ketika terjadi perubahan dalam bentuk fisik atau bentuk produk pertanian, atau terjadi akibat adopsi positif metode produksi, atau proses penanganan dan kesiapan sarana prasaranan itigasi yang bertujuan untuk meningkatkan basis konsumen bagi produk tersebut”, tutup Madrianto.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!